##plugins.themes.manuscriptScholar.issue.totalArticles## | ##plugins.themes.manuscriptScholar.issue.totalPages##
##plugins.themes.manuscriptScholar.issue.coverage##
##plugins.themes.manuscriptScholar.issue.foreign##
Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i6.8832 | Check in Google Scholar
Paparan media digital yang intens pada anak usia dini sering dikaitkan dengan lemahnya pengendalian diri, tetapi kajian tentang cara anak bertutur, khususnya tuturan spontan yang kurang terkendali, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan overstimulasi digital dengan impulsivitas verbal pada anak Generasi Alpha melalui pembelajaran observasional dalam teori belajar sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal di sebuah lembaga pembelajaran anak usia dini. Informan anak, orang tua, dan guru dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Ditemukan pola sulit mengendalikan respons saat penggunaan gawai dibatasi, tuturan tergesa-gesa, sulit menunggu giliran, menyela, suara meninggi, dan peniruan kata serta gaya bicara dari media digital. Pola tersebut lebih kuat pada akses mandiri atau pendampingan yang tidak konsisten dan lebih ringan pada akses terbatas yang diawasi. Keterkaitan itu bersifat kontekstual, bukan deterministik, dan dijelaskan oleh proses atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi dimoderasi respons orang dewasa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penghubungan paparan media sehari-hari dengan empat proses pembelajaran observasional, bukan dengan durasi layar semata. Temuan ini berkontribusi pada perluasan teori belajar sosial dan menjadi dasar pendampingan digital oleh orang tua dan guru.