Pembelajaran Kontekstual Eksploratif Berbasis Deep Learning pada Anak Usia Dini

Authors

  • Gina Asri Ruwaida Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pelita Bangsa, Indonesia
  • Azi Matur Rahmi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pelita Bangsa, Indonesia
  • Mariana Panji Ramadan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pelita Bangsa, Indonesia
  • Siti Kholifah Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pelita Bangsa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.8678

Keywords:

anak usia dini, deep learning, pembelajaran eksploratif, pembelajaran kontekstual, pengasuhan

Abstract

Pembelajaran anak usia dini perlu dirancang secara kontekstual dan eksploratif agar anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu membangun makna melalui pengalaman langsung. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering didominasi oleh hafalan, pengulangan, dan penyelesaian tugas mekanis, sehingga keterlibatan aktif anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran kontekstual dan eksploratif berbasis deep learning pada pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi guru PAUD sebagai informan utama, anak sebagai subjek yang diamati, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning tampak melalui kegiatan bermain, tanya jawab, eksplorasi benda konkret, diskusi sederhana, dan pengaitan tema pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari anak. Implementasi tersebut didukung oleh kesiapan guru, media belajar konkret, lingkungan kelas yang aman, serta keterlibatan orang tua dalam memperkuat pengalaman belajar anak di rumah. Hambatan yang ditemukan meliputi pemahaman guru yang belum merata, kebiasaan metode konvensional, keterbatasan waktu, dan keterbatasan media. Temuan ini menegaskan bahwa deep learning pada PAUD dapat diwujudkan melalui pembelajaran kontekstual, eksploratif, dialogis, dan didukung oleh kesinambungan pengasuhan di lingkungan keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affrida, E. N. (2017). Strategi ibu dengan peran ganda dalam membentuk kemandirian anak usia pra sekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1, 114. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i2.24

Alfieri, L., Brooks, P. J., Aldrich, N. J., & Tenenbaum, H. R. (2011). Does discovery-based instruction enhance learning? Journal of Educational Psychology, 103(1), 1–18. https://doi.org/10.1037/a0021017

Ardiyana, R. D., Akbar, Z., & Karnadi, K. (2019). Pengaruh keterlibatan orang tua dan motivasi intrinsik dengan kepercayaan diri anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 494–505. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.253

Aziz, A., & Mulyono, T. (2026). Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAUD. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1). https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41917

Bali, E. N., Windiarti, R., Kristanto, W., Jaya, P. R. P., & Dima, R. K. (2025). Lokakarya pendekatan deep learning di PAUD: Integrasi prinsip, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran. Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 8(2), 172–179. https://doi.org/10.17977/um050v8i22025p172-179

(2011) Biggs, J., & Tang, C. . Teaching for quality learning at university: What the student does (4th ed.). Open University Press. https://books.google.com/books?id=XhjRBrDAESkC

Bonawitz, E. B., Shafto, P., Gweon, H., Goodman, N. D., Spelke, E. S., & Schulz, L. (2011). The double-edged sword of pedagogy: Instruction limits spontaneous exploration and discovery. Cognition, 120(3), 322–330. https://doi.org/10.1016/j.cognition.2010.10.001

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Chen, M. Y., Rouse, E., & Morrissey, A.-M. (2024). Intentionality and the active decision-making process in play-based learning. The Australian Educational Researcher, 51, 1373–1388. https://doi.org/10.1007/s13384-023-00644-6

Colliver, Y. (2022). Intentional or incidental? Learning through play according to Australian educators’ perspectives. Early Years, 42(2), 182–199. https://doi.org/10.1080/09575146.2019.1661976

Dewi, T. A., & Widyasari, C. (2022). Keterlibatan orang tua dalam mengembangkan karakter kemandirian anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5691–5701. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3121

Dwijantie, J. S. (2025). Pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAUD: Membangun pemahaman mendalam bagi anak usia dini. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 1238–1246. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1666

Edwards, S. (2017). Play-based learning and intentional teaching: Forever different? Australasian Journal of Early Childhood, 42(2), 4–11. https://doi.org/10.23965/AJEC.42.2.01

Entwistle, N., & Ramsden, P. (2015). Understanding student learning. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315718637

Fauziddin, M. (2016). Pembelajaran agama Islam melalui bermain pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 107–116. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.37

Fauziddin, M., Ningrum, M. A., Adamcova, P., & Utari, A. R. (2025). Systematic review of the negative impact of early childhood education learning digitalization on early childhood development. Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(3), 158–166. https://doi.org/10.70437/educative.v3i3.1503

Fisher, K. R., Hirsh-Pasek, K., Newcombe, N., & Golinkoff, R. M. (2013). Taking shape: Supporting preschoolers’ acquisition of geometric knowledge through guided play. Child Development, 84(6), 1872–1878. https://doi.org/10.1111/cdev.12091

Hamre, B., Hatfield, B., Pianta, R., & Jamil, F. (2014). Evidence for general and domain-specific elements of teacher–child interactions: Associations with preschool children’s development. Child Development, 85(3), 1257–1274. https://doi.org/10.1111/cdev.12184

Hasnah, S., Gusnarib, G., & Rahmah, H. (2024). Metode pembelajaran bermain: Apakah berpengaruh terhadap perkembangan karakter sosial anak usia dini? Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 2024–2032. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i6.6247

Hattie, J., & Donoghue, G. (2016). Learning strategies: A synthesis and conceptual model. NPJ Science of Learning, 1(1), 16013. https://doi.org/10.1038/npjscilearn.2016.13

Inten, D. N., Nurani, Y., & Wulan, S. (2026). Persepsi guru PAUD tentang bermain berbasis deep learning dalam pembelajaran literasi dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1). https://doi.org/10.37985/murhum.v7i1.1906

Jayawardana, H. B. A. (2025). Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). JECIE: Journal of Early Childhood and Inclusive Education, 8(2), 510–516. https://doi.org/10.31537/jecie.v8i2.2476

Leggett, N. (2025). Intentional teaching and the intentionality of educators: Time for careful, considerate, collaborative, and reflective practice. Early Childhood Education Journal, 53, 1–9. https://doi.org/10.1007/s10643-023-01550-3

Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning I: Outcome and process. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4–11. https://doi.org/10.1111/j.2044-8279.1976.tb02980.x

Masoumi, D., Bourbour, M., & Lindqvist, G. (2024). Mapping children’s actions in the scaffolding process using interactive whiteboard. Early Childhood Education Journal, 52, 1209–1220. https://doi.org/10.1007/s10643-023-01510-x

Maulana, R. A., Elnawati, E., & Septiyani, M. P. (2026). Persepsi guru PAUD terhadap pembelajaran mendalam untuk meningkatkan berpikir kritis anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 25–35. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7719

Mulia, P. S., & Kurniati, E. (2023). Partisipasi orang tua dalam pendidikan anak usia dini di wilayah pedesaan Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3663–3674. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4628

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass. https://books.google.com/books?id=JFN_BwAAQBAJ

Munawar, M., & Nisfa, N. L. (2026). Mindfulnes guru PAUD dalam implementasi deep learning anak usia dini. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.35878/tintaemas.v5i1.2281

Novitasari, Y., Wahyuni, S., & Wulandari, F. (2025). Persepsi guru tentang penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di lembaga PAUD. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1477–1489. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i2.1692

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. https://books.google.com/books?id=p0wXBAAAQBAJ

Nuraidah, D., & Soro, S. H. (2026). Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam implementasi pembelajaran mendalam berbasis bermain untuk penguatan karakter anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, https://doi.org/10.53299/jppi.v6i2.4065

Parker, R., Thomsen, B. S., & Berry, A. (2022). Learning through play at school: A framework for policy and practice. Frontiers in Education, 7, 751801. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.751801

Putri, C. F., & Sudaryanti, S. (2025). Pengaruh metode bermain dan penataan lingkungan main terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6). https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7491

Pyle, A., DeLuca, C., & Danniels, E. (2017). A scoping review of research on play-based pedagogies in kindergarten education. Review of Education, 5(3), 311–351. https://doi.org/10.1002/rev3.3097

Rahmatia, R., Pajarianto, H., Kadir, A., Ulpi, W., & Yusuf, M. (2022). Pengembangan model bermain konstruktif dengan media balok untuk meningkatkan visual-spasial anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 47–57. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1185

Ramadhani, A., Halida, H., Miranda, D., & Amalia, A. (2026). Analisis persepsi dan kesiapan guru PAUD dalam implementasi pendekatan deep learning. Jurnal Basicedu, 10(2). https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i2.11174

Ratna, A., Arbarini, M., & Loretha, A. F. (2023). Pembelajaran STEAM dengan media loose parts di kelompok bermain anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3227–3240. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4468

Riskia, I., Nurhayati, N., Awalunnisah, S., & Durrotunnisa, D. (2025). Pengaruh keterlibatan orang tua dalam pembelajaran digital terhadap perkembangan nilai keagamaan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5). https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7340

Rizka, N., Rahayu, S., Fauziddin, M., Utami, D. T., & Novita, P. (2025). Implementasi model webbed learning bermuatan literasi sains pada pembelajaran mendalam di PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 2118–2128. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7433

Skene, K., O’Farrelly, C. M., Byrne, E. M., Kirby, N., Stevens, E. C., & Ramchandani, P. G. (2022). Can guidance during play enhance children’s learning and development in educational contexts? A systematic review and meta-analysis. Child Development, 93(4), 1162–1180. https://doi.org/10.1111/cdev.13730

Solekah, S., Purnamasari, I., & Harjito, H. (2025). Implementasi bermain dengan ragam dan jenis main berbantuan media loose part untuk meningkatkan kemampuan pramembaca anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5). https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7013

Thomas, L., Warren, E., & deVries, E. (2011). Play-based learning and intentional teaching in early childhood contexts. Australasian Journal of Early Childhood, 36(4), 69–75. https://doi.org/10.1177/183693911103600410

Thompson, J., & Stanković-Ramirez, Z. (2021). What early childhood educators know about developmentally appropriate practice. Phi Delta Kappan, 103(2), 20–25. https://doi.org/10.1177/00317217211051138

Weisberg, D. S., Hirsh-Pasek, K., & Golinkoff, R. M. (2013). Guided play: Where curricular goals meet a playful pedagogy. Mind, Brain, and Education, 7(2), 104–112. https://doi.org/10.1111/mbe.12015

Weisberg, D. S., Hirsh-Pasek, K., Golinkoff, R. M., Kittredge, A. K., & Klahr, D. (2016). Guided play: Principles and practices. Current Directions in Psychological Science, 25(3), 177–182. https://doi.org/10.1177/0963721416645512

Wood, D., Bruner, J. S., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 17(2), 89–100. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.1976.tb00381.x

Yu, Y., Shafto, P., Bonawitz, E., Yang, S. C.-H., Golinkoff, R. M., Corriveau, K. H., Hirsh-Pasek, K., & Xu, F. (2018). The theoretical and methodological opportunities afforded by guided play with young children. Frontiers in Psychology, 9, 1154. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.01154

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/case-study-research-and-applications/book250150

Downloads

Published

19-08-2026

How to Cite

Ruwaida, G. A., Rahmi, A. M., Ramadan , M. P., & Kholifah, S. (2026). Pembelajaran Kontekstual Eksploratif Berbasis Deep Learning pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(4), 3542–2550. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.8678