- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Model Pembelajaran Science Technology Engineering Matematics (STEM) Berbasis PJBL Terintegrasi dengan Permainan untuk Penguatan Kecerdasan Emosional
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.8237Keywords:
anak usia dini kecerdasan emosional PJBL implementasi STEMAbstract
Model pembelajaran STEM merupakan pendekatan terintegrasi yang menekankan proses eksplorasi dan pemecahan masalah melalui pengalaman berbasis sains, teknologi, rekayasa dan matematika. Namun, penerapannya banyak berfokus pada aspek kognitif dan jarang digunakan pada jenjang PAUD, sehingga dimensi emosional anak kurang terakomodasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi STEM berbasis Project-Based Learning (PJBL) yang terintegrasi dengan permainan untuk penguatan kecerdasan emosional anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, display, dan verifikasi data. Uji validasinya dilakukan dengan peningkatan pengamatan, triangulasi, diskusi dan bahan referensi. Hasil menunjukkan kegiatan ini mampu menjadi strategi inovatif untuk penguatan kecerdasan emosional anak, regulasi emosi, empati, kerja sama dan sikap pantang menyerah. Kegiatannya yaitu perencanaan, implementasi dan evaluasi, dengan dukungan intervensi orang dewasa, ide kreatif dan kejelasan program. Faktor pendukungnya adalah kompetensi guru, dukungan kepala sekolah, dan media pembelajaran, sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan waktu, perbedaan karakter anak, serta kurangnya kreativitas guru.
Downloads
References
Anggrahini, D. (2018). Meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak melalui implementasi metode bermain dalam pembelajaran sains. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 1(1), 6–14. https://doi.org/10.22460/ceria.v1i1.p6-14
Bers, M. U. (2022). Coding as a playground: Programming and computational thinking in the early childhood classroom (2nd ed.). Routledge.
Bigelow, K. M., Schnitz, A. G., & Carta, J. J. (2025). Interventions promoting early social-emotional development. Education and Treatment of Children, 48(3), 259–268. https://doi.org/10.1007/s43494-024-00148-7
Bornfreund, L. A. (2015). Getting in sync: Revamping licensing and preparation for teachers in Pre-K, kindergarten, and the early grades. Center for the Study of Child Care Employment, University of California, Berkeley.
Calista, R., & Sutyana, D. (2022). Bermain solitaire untuk perkembangan sosial-emosional anak di TK Al Mursalat 2, Kecamatan Kuranji. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 15799–15805.
Diamond, A. (2013). Executive functions. Annual Review of Psychology, 64(1), 135–168. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143750
Fitriya, A., Indriani, I., & Noor, F. A. (2022). Konsep perkembangan sosial emosional anak usia dini di RA Tarbiyatussibyan Ploso Karangtengah Demak. Journal Raudhah, 10(1). https://doi.org/10.30829/raudhah.v10i1.1408
Hadani, H. S., & Rood, E. (2021). The roots of STEM success: Changing early learning experiences to build lifelong thinking skills. The Joan Ganz Cooney Center at Sesame Workshop.
Harahap, A. Z. (2021). Pentingnya pendidikan karakter bagi anak usia dini. Jurnal Usia Dini, 7(2), 49–57. https://doi.org/10.24114/jud.v7i2.30585
Hayati, M., & Syaikhu, A. (2020). Project-based learning in media learning material development for early childhood education. AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 147–160. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2020.62-05
Herak, R., & Hadung Lamanepa, G. (2019). Meningkatkan inovasi siswa dalam pembelajaran IPA melalui STEM. BIO EDUCATIO: The Journal of Science and Biology Education, 4(1).
Hikmawati, L., Arbarini, M., & Suminar, T. (2023). Pola asuh anak usia dini dalam penanaman perilaku sosio emosional anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1447–1464. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3587
Kapur, M. (2008). Productive failure. Cognition and Instruction, 26(3), 379–424. https://doi.org/10.1080/07370000802212669
Kelley, T. R., & Knowles, J. G. (2014). A conceptual framework for integrated STEM education. International Journal of STEM Education, 3(11).
Listyowati, A. (2018). Kemampuan mengeksplorasi bahan bekas pada mahasiswa PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melalui project-based learning. HELPER: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 35(2), 1–4. https://doi.org/10.36456/helper.vol35.no2.a2261
Maarang, M., Khotimah, N., & Maria Lily, N. (2023). Analisis peningkatan kreativitas anak usia dini melalui pembelajaran STEAM berbasis loose parts. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 309–320. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i1.215
Mawaddati, M., Khasanah, I., & Rahmawati, E. (2022). Analisis perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun melalui permainan lintang alih di pondok pesantren anak Ibrohimiyah. Wawasan Pendidikan, 2(2), 556–565. https://doi.org/10.26877/wp.v2i2.10001
Nisfa, N. L., Latiana, L., Pranoto, Y. K. S., & Diana, D. (2022). Pengaruh pendekatan pembelajaran project-based learning (PjBL) terhadap kemampuan sosial dan emosi anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5982–5995. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3032
Novitasari, N., Zaida, N. A., & Hasanah. (2022). Pembelajaran STEAM pada anak usia dini. Al-Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education, 6(1), 69–82. https://doi.org/10.35896/ijecie.v6i1.330
Octaviyani, I., Kusumah, Y. S., & Hasanah, A. (2020). Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui model project-based learning dengan pendekatan sistem. Journal on Mathematics Education Research (J-MER), 1(1), 10–14. https://doi.org/10.17509/j-mer.v1i1.24569
Septianova, A. D., Rahmah, & Rahayu, S. (2021). Analisis perkembangan emosi pada pendekatan saintifik anak usia 5-6 tahun. Talenta Journal: Journal of Early Childhood Education, 12(2), 30–37. https://doi.org/10.53029/talenta.v12i2.46
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sulistiyono, E., Pangestu, W. T., & Wana, P. R. (2021). Efektivitas pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk meningkatkan hasil belajar siswa di masa pandemi Covid-19. Educatio, 7(3), 791–795. https://doi.org/10.314949/educatio.v7i3.1207
Suminah, E., & Siantayani, Y. (2018). Pedoman penilaian pendidikan anak usia dini (A. Nugraha, Ed.; 1st ed.). Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Kemendikbudristekdikti.
Suryawati, E. A., & Akkas, M. (2021). Buku panduan guru capaian pembelajaran elemen dasar-dasar literasi dan STEAM untuk satuan PAUD. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristekdikti.
Syifauzakia. (2020). Pendidikan anak usia dini dalam keluarga di era industri 4.0. AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal), 30(2). https://doi.org/10.24235/ath.v30i2.7347
Triansyah, F. A., & Muhammad, I. (2023). Tinjauan penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) di sekolah menengah atas. Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora, 1(3), 34–46.
Trianto. (2011). Desain pengembangan pembelajaran tematik bagi anak usia dini TK/RA & anak usia kelas awal SD/MI. Kencana.
Wahyuni, N. P. (2021). Penerapan pembelajaran berbasis STEM untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Journal of Education Action Research, 5(1), 109–117.
Wahyuni, S., Syukri, M., & Miranda, D. (2015). Peningkatan perkembangan sosial-emosional melalui pemberian tugas kelompok pada anak usia 5-6 tahun. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(10).
Wahyuningsih, S., Pudyaningtyas, A. R., Hafidah, R., Syamsuddin, M. M., Nurjanah, N. E., & Rasmani, U. E. E. (2019). Efek metode STEAM pada kreativitas anak usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 305–311. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.305
Whitebook, M., & Ryan, S. (2011). Degrees in context: Asking the right questions about preparing skilled and effective teachers of young children. National Institute for Early Education Research.
Wulandari, Y. H. (2024). Pengembangan kecerdasan emosional anak usia dini melalui Project-Based Learning (PjBL) berbasis kegiatan bermain [Manuskrip tidak dipublikasikan]. Academia.edu.
Yang, W., Liang, L., Xiang, S., & Yeter, I. H. (2025). Making a Makerspace in early childhood education: Effects on children’s STEM thinking skills and emotional development. Thinking Skills and Creativity, 56, 101754. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2025.101754
Yuliati, S. (2023). Konsep dan praktik STEAM di PAUD. PT Sarang Seratus Aksara.
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mahluddin mahluddin, Siti Mariah Ulfah, Sahran Jailani, Eritha Riawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


