Seni Tari Remo Bolet sebagai Media Penguatan Kesehatan Emosional Anak Usia Dini: Studi Kasus di Kabupaten Jombang

Authors

  • Izhanoem Audiah Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Shinta Nuriyya Rachmawati Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.7963

Keywords:

Anak Usia Dini, Kepercayaan Diri, Tari Remo Bolet

Abstract

Regulasi emosi orang dewasa berperan sentral dalam praktik co-regulation pendidikan anak usia dini, namun penelitian yang ada masih dominan bersifat korelasional dan belum menghadirkan model intervensi komunitas berbasis pendekatan somatik-spiritual yang teruji empiris. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Model Regulasi Emosi Dewasa Berbasis Islamic Butterfly Hug dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan regulasi emosi guru dan orang tua. Desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest diterapkan pada 32 partisipan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tiga butir berskala lima poin dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan setelah intervensi (p < 0,001) dengan ukuran efek besar (r = 0,69). Temuan ini memberikan dukungan empiris awal bahwa pendekatan somatik-spiritual berbasis komunitas berpotensi memperkuat kesiapan regulatif orang dewasa sebagai fondasi struktural dalam sistem pendidikan anak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardini, N. W., & Setem, W. (n.d.). Ragam metode penciptaan seni.

Devyanti, K. K. (2023). Pembelajaran tari Remo Bolet melalui metode drill and practice pada ekstrakurikuler tari di SMPN 43 Surabaya. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 12(1).

Feryantari, N. A. (2023). Pembelajaran tari Remo Bolet dengan metode imitasi pada anak berkebutuhan khusus di Sanggar Mulyojoyo Enterprise. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 12(1).

Haryadi, R. (2025). Implementasi pembelajaran tari untuk meningkatkan kreativitas dan motorik anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 6.

Hazhari, A. (n.d.). Analisis kegiatan tari kreasi Bungong Jeumpa terhadap kepercayaan diri anak usia dini.

Hermayanti, T. (2017). Peningkatan kepercayaan diri melalui kegiatan menari kreatif: Penelitian tindakan TK B Satu Atap Kramat Jati 25 Jakarta Timur 2015. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(2), 389–400. https://doi.org/10.21009/jpud.092.12

Khadijah, S., Ningrum, W. A., Kinanti, E. S., & Annisa, N. (2024). Integrasi permainan edukatif, seni, dan teknologi dalam pembelajaran anak usia dini. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 2(1), 111–121. https://doi.org/10.62976/ierj.v2i1.388

Leonangung Edu, A., & Tarsan, V. (2019). Pendidikan seni musik tradisional Manggarai dan pembentukan kecakapan psikomotorik anak. International Journal of Community Service Learning, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i1.17484

Marjuk, Y., Lahati, S. H., & Mursito, H. (n.d.). Simulasi rasa percaya diri dengan kegiatan tarian Saronde pada anak taman kanak-kanak.

Nironi, E., & Jumiatin, D. (2023). Pengembangan media permainan ular tangga untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini.

Putri, C. F., & Pamungkas, J. (2025). Eksplorasi ekspresi seni anak usia dini melalui tari daerah dan musik tradisional angklung: Studi di TKN Pembina dan TK Santa Theresia. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 1026–1033. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.1172

Putri, D. I. (2019). Penguatan Program Pendidikan Karakter (PPK) melalui kegiatan ekstrakulikuler seni tari di SD. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4(1), 125. https://doi.org/10.23969/jp.v4i1.1301

Rahayu, Y. P., & Yanuartuti, S. (2021). Pembelajaran tari Reog Kendang pada kegiatan ekstrakurikuler tari di SLB C Negeri Tulungagung. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 10(2), 275–295. https://doi.org/10.26740/jps.v10n2.p275-295

Rahmawati, L., Lestari, I., Mardianto, K., & Yuliandari, S. (n.d.). Analisis tentang konsep peserta didik dalam pendidikan Islam.

Rupnidah, R., & Suryana, D. (n.d.). Media pembelajaran anak usia dini.

Sakhila, R. D., Fauji, M. R., & Kasmahidayat, Y. (2025). Traditional dance learning as an effort to introduce Sundanese culture in PAUD Riyadussholihin. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(1), 211–220. https://doi.org/10.17509/dedicated.v3i1.62592

Salsabila, A. N., & Sa’adah, D. F. (2023). Proses pembelajaran tari pada anak berkebutuhan khusus di Sanggar Sripanglaras Kulon Progo. Gesture: Jurnal Seni Tari, 12(2), 87. https://doi.org/10.24114/gjst.v12i2.45120

Saputra, A. (n.d.). Pendidikan anak pada usia dini.

Shiddiq, R. (2020). Peran guru dan budaya sekolah dalam pembentukan karakter siswa. Qathrunâ, 7(2), 105. https://doi.org/10.32678/qathruna.v7i2.3536

Suwannaphisit, S., Anusitviwat, C., Tuntarattanapong, P., & Chuaychoosakoon, C. (2021). Comparing the effectiveness of blended learning and traditional learning in an orthopedics course. Annals of Medicine and Surgery, 72, Article 103037. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2021.103037

Talango, S. R. (2020). Konsep perkembangan anak usia dini. Early Childhood Islamic Education Journal, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.54045/ecie.v1i1.35

Wahyudi, A. V., & Gunawan, I. (n.d.). Olah tubuh dan olah rasa dalam pembelajaran seni tari terhadap pengembangan karakter.

Wulan, N., Wakhyudin, H., & Rahmawati, I. (2019). Ekstrakurikuler seni tari dalam membentuk nilai karakter bersahabat. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 2(1).

Downloads

Published

21-08-2026

How to Cite

Audiah, I., & Rachmawati , S. N. (2026). Seni Tari Remo Bolet sebagai Media Penguatan Kesehatan Emosional Anak Usia Dini: Studi Kasus di Kabupaten Jombang. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(4), 2625–2631. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.7963