- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Peran Strategis Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Masyarakat di Era Disrupsi Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.7693Keywords:
Pondok Pesantren Karakter MasyarakatAbstract
Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter (akhlak) santri, yang kemudian menjadi agen karakter di masyarakat luas. Artikel ini mengkaji peran vital pesantren sebagai pusat pengembangan karakter dengan metode studi literatur (library research). Analisis dilakukan berdasarkan konsep-konsep kunci pesantren, masyarakat, dan kerangka teoritis karakter (knowing, feeling, doing the good). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sistem pendidikan holistik pesantren, yang mengandalkan keteladanan kiai, pembiasaan 24 jam, dan kurikulum Kitab Kuning, efektif menanamkan nilai-nilai luhur seperti kemandirian, ukhuwah, kesederhanaan, dan integritas. Peran ini meluas ke masyarakat melalui fungsi kontrol sosial, dakwah wasathiyah, dan motor pemberdayaan ekonomi oleh para alumni dan kiai. Disimpulkan bahwa pesantren adalah benteng moral yang relevansinya krusial di tengah tantangan degradasi moral dan disrupsi digital, mencetak individu yang berakhlak mulia sekaligus produktif dan mandiri.
Downloads
References
Abdurrahman, M. (2007). Pesantren salafiyah dan perubahan sosial. Gama Media.
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Logos Wacana Ilmu.
Azra, A. (2004). The origins of Islamic reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern “ulama” in the seventeenth and eighteenth centuries. Allen & Unwin.
Barton, G. (2002). Gus Dur: The authorized biography of Abdurrahman Wahid. Equinox Publishing.
Baso, A. (2012). Pesantren studies 2a: Buku-buku di pesantren dan pergumulan intelektual kiai. Diva Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Daulay, H. P. (2009). Sejarah pertumbuhan dan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia. Kencana Prenada Media.
Dhofier, Z. (1982). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai. LP3ES.
Geertz, C. (1960). The religion of Java. Free Press.
Haedari, A., et al. (2004). Orientasi pengembangan kurikulum pesantren. Diva Pustaka.
Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lukens-Bull, R. A. (2005). A peaceful jihad: Negotiating identity and modernity in Muslim education. Palgrave Macmillan.
Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren. INIS.
Mujib, A., & Mudzakkir, J. (2006). Ilmu pendidikan Islam. Kencana Prenada Media.
Nata, A. (2005). Filsafat pendidikan Islam. RajaGrafindo Persada.
Ningsih, T. (2022). Transformasi moral digital dalam pembelajaran. SIP Publishing.
Nizar, S. (2007). Sejarah pendidikan Islam: Menelusuri jejak sejarah pendidikan era Rasulullah sampai Indonesia. Kencana Prenada Media.
Rahardjo, M. D. (1985). Pesantren dan pembaharuan. LP3ES.
Ramayulis. (2002). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Ricklefs, M. C. (2008). A history of modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Palgrave Macmillan.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Steenbrink, K. A. (1994). Pesantren, madrasah, sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun moderen. LP3ES.
Tilaar, H. A. R. (2003). Kekuasaan dan pendidikan: Suatu tinjauan dari perspektif studi kultural. IndonesiaTera.
Van Bruinessen, M. (1999). Kitab kuning, pesantren dan tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Mizan.
Wahid, A. (2009). Ilusi negara Islam: Ekspansi gerakan Islam transnasional di Indonesia. The Wahid Institute.
Woodward, M. R. (1996). Islam in Java: Normative piety and mysticism in the Sultanate of Yogyakarta. University of Arizona Press.
Yasmadi. (2002). Modernisasi pesantren: Telaah transformasi sistem pendidikan Islam. Ciputat Press.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Ziemek, M. (1986). Pesantren dalam perubahan sosial. P3M.
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Maslikah, Tutuk Ningsih, Slamet Yahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


