- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Penerapan Model Inkuiri dalam Meningkatkan Pembelajaran IPS di Kelas IV SDN 013 Tampan Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i1.48Keywords:
penerapan inkuiri, pembelajaran IPSAbstract
Masalah kualitas pembelajaran IPS di Sekolah Dasar telah lama diperbincangkan. Hal ini menjadi satu syarat bahwa pendidik perlu melakukan inovasi untuk memperbaiki pembelajaran baik yang menyangkut proses maupun hasil. Penelitian dengan judul â€Penerapan Model Inkuiri dalam Meningkatkan Pembelajaran IPS di Kelas IV SDN 013 Tampan Pekanbaruâ€Â ini merupakan salah satu realisasi dari upaya tersebut. Penelitian ini menawarkan alternatif model yang berorientasi pada model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Proses penerapan model dalam penelitian ini berfokus pada lima langkah yaitu: (1) membina suasana responsif, (2) mengemukakan permasalahan, (3) pertanyaan- pertanyaan siswa (4) merumuskan hipotesa (5) menguji hipotesa. Berdasarkan fokus tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Prosedur Penelitian ini mengacu pada Kemmis Targant dalam bentuk siklus. Pada setiap siklus terdiri dari 4 kegiatan pokok yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian tindakan ini mampu mengembangkan suatu model pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku dan sesuai pula dengan kondisi lapangan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa model inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan aktivitas belajar siswasehingga proses dan hasil belajar siswa akan lebih baik. Oleh karena itu pembelajaran IPS dengan menggunakan model inkuiri terbimbing cukup efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Pada akhirnya penelitian ini merekomendasikan agar dalam proses pembelajaran yang menantang dan menyenangkan siswa, melatih keterampilan siswa dalam pemecahan masalah, rasa ingin tahu dan motivasi belajar siswa lebih merasa tertantang untuk membantu, melayani dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar.Downloads
References
Asmaulkhair. (2000) Peningkatan Kinerja Guru Dalam Mengembangkan Bahan Ajar Melalui Model Inkuiri Pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Tesis tidak diterbitkan.
Bank James. (1990) Teaching Social Studies in Secondary Schools. Mc. Millian Publishing Co. Inc. New York.
Basri Yusman.( 1996). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD Kelas IV; Jakarta. Depdikbud
Dahlan M.D. (1984) Model-model Mengajar. Bandung
Engkos Koswara.(1995) Mimbar Penelitian. Depdikbud: Lembaga Penelitian IKIP Bandung
Gunawan. (1996) Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar Sekolah Dasar. Bandung: CV Siger Tengah
Hasan Hamid.(1996) Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Buku 1 dan 2 IPS. IKIP Bandung
Hasan. (1998) Petunjuk Guru Ilmu Pengetahuan Sosial 3 SD Kelas IV. Jakarta Depdikbud
Jarolimek. John (1993) Social Studies in Elementary Education (9th Ed.) New York Mc. Millan Publishing Co. Ltd.
Kosasih Djahiri (1984) Pengajaran Studi Sosial / IPS Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. LPPP-IPS: FKIS-IKIP Bandung
Komara. (2002). Strategi Belajar Tuntas di Sekolah Dasar. Bandung.CV Media Imtaq
Kasihani Kasbolah.(1998) Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Malang Depdikbud- Dirjen PT. Proyek PSD.
Koesnadi.(2003). Pengembangan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Inkuiri Dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Tesis:tidak diterbitkan.
Moediono.(1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Depdikbud;PT. Balai Pustaka
Meleong J/ Lexy (2000) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda karya Muslim Asep. (2003). Sistem Pendidikan Nasional, Bandung: CV Fokus Media
Mulyasa E. (2001) Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan di Sekolah Dasar. Bandung; CV Geger Sunten
Sumaatmaja. Nursid.( 1984). Metodologi Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung; PT. Alumni
Schunke.GM. (1988). Elementary Social Studies: Knowing, Doing, Caring. New York Mc. Millan Publishing Co. Ltd.
Suarna Al Muchtar. (1991) Pengembangan Kemampuan Berpikir dan Nilai Dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Disertasi Fakultas Pasca Sarjana IKIP Bandung.
S. Djojo. (1992) Pendidikan IPS I Jakarta: Depdikbud
Soekamto (1997). Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Jakarta; PAUPPAI
Somantri Nurman (2001) Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung.


