- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Model Pembelajaran Pendidikan Multikultural melalui Pendekatan Proyek Kolaboratif
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.444Keywords:
model pembelajaran, pendidikan multikultural, kolaboratif, pembelajaran dengan pendekatan proyekAbstract
Pendidikan multikultural sangat efektif diberikan pada anak usia dini karena kesadaran tentang keberagaman sebagai dasar sikap toleran mulai berkembang pada usia 5 tahun. Sehingga guru AUD memerlukan kemampuan, keterampilan dan sikap positif yang tepat untuk mengajarkan pendidikan multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi meningkatkan kemampuan mahasiswa PG-PAUD dalam membuat perencanaan dan media pembelajaran multikultural AUD. Pendekatan penelitian menggunakan Penelitian dan Pengembangan (R and D) yang dimodifikasi dalam tiga langkah penelitian yaitu: studi pendahuluan berisi studi pustaka materi perkuliahan, dan studi latar belakang sosial budaya mahasiswa; pengembangan model yaitu identifikasi tema multikultural sesuai latar belakang budaya mahasiswa, perencanaan dan media pembelajaran multikultural; dan tes validasi model berupa validasi asesmen kemampuan mahasiswa membuat perencanaan dan media pembelajaran multikultural. Hasilnya adalah signifikan, efektif dan layak. Temuan penelitian ini, komunikasi dan partisipasi mahasiswa dalam kelompok kolaboratif adalah faktor yang berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa membuat perencanaan pembelajaran multikultural.
Downloads
References
Apriyanti, H. (2017). Pemahaman Guru Pendidikan Anak Usia Dini terhadap Perencanaan Pembelajaran Tematik. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 111. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i2.22.
Arthur, L., Beecher, B., Death, E., Farmer, S., & Dockett, S. (2014). Programming and Planning: in Early Childhood Settingsss, Cengage Learning.
Banks, J. A. C. A. M. G. B. (2015). Multicultural Education: Issues and Perspectives, 9th Edition 9th Edition, Kindle Edition. In New Jersey: John Wiley and Sons.
Berthelsen, D., & Karuppiah, N. (2011). Multicultural education: The understandings of preschool teachers in Singapore. Australian Journal of Early Childhood, 36(4), 38–42. https://doi.org/10.1177/183693911103600406.
Borg, R. Walter, Meredith Gall, J. P. G. (2007). Education Research An Introduction (Eighth Edi). Boston: Allyn and Bacon.
Derman-Sparks, L., & Force, A.-B. C. T. (2010). Anti-bias curriculum : tools for empowering young children. In Naeyc.
Gordon, B. (2014). Beginning and Beyond: Foundations in Early Childhood Education. International Edition (Ninth Edit). Wadsworth.
Gray, Erika; Minasian, Julie; Piñon, M. (2009). Projects of Chicagoland. Successful Implementation of the Project Approach From Early Childhood Connections Participants. Retrieved from www.kohlchildrensmuseum.org/projects.
Kennedy Tielman , Perry den Brok, S. B. & B. V. (2011). Collaborative learning in multicultural classrooms: a case study of Dutch senior secondary vocational education. Journal of Vocational Education and Training, 64(1), 103–118. https://doi.org/10.1080/13636820.2011.622448.
Kusumaningrum, K., & Wahyono, S. B. (2019). Developing A Pop-Up Storybook Based on Multicultural Education for Early Childhood Students. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 41. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.230
Machmud, H., & Alim, N. (2018). Multicultural Learning Model of PAUD in Coastal Areas. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 170. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.74
Mahfud. (2013). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mira Sartika, SMn., M. (n.d.). Sustaining Bali Package and Bali Promise in Suatainable Development Goals. 1–16.
Mursid. (2016). Pengembangan Pembelajaran PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sigit Purnama, Yuli Salis Hijriani, H. (2019). Pengembangan Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soekmono, R. (2017). Program Bahasa Holistik ( Penelitian Pengembangan di Kelompok B Taman Kanak-Kanak Nasima Semarang). Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 308–322. https://doi.org/10.21009/JPUD.112.09.
Soyoun Bae-suh, Sophia Han, S. H. K. (2015). Implementing Multicultural Education for Young Children in South Korea : Implementing Multicultural Education for Young Children in South Korea : Early Childhood Teachers ’ Needs 1 ). International Journal of Early Childhood Special Education, 21(1, January), 95–121.
Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia.
Trish Baker, J. C. (2010). Cooperative learning - a double-edged sword: A cooperative learning model for use with diverse student groups (pp. 257–268, Intercultural Education 21(3) June). pp. 257–268, Intercultural Education 21(3) June. https://doi.org/10.1080/14675981003760440.
Vittrup, B. (2016). Early Childhood Teachers ’ Approaches to Multicultural Education & Perceived Barriers to Disseminating Anti-Bias Messages. Multicultural Education, 23(3–4), 37–41.
Wibisono, Y. (2009). Metode Statistik (p. 638). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


