Peran dan Tantangan Guru Laki-Laki dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Kualitatif

Authors

  • Putri Harianti Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iran, Islamic Republic of
  • Suyadi Suyadi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iran, Islamic Republic of
  • Heldanita Heldanita Pendidikan Islam Anak usia Dini, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia
  • ilham Kurniat Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7651

Keywords:

Guru Laki-Laki Pendidikan Anak Usia Dini Peran Gender Perkembangan Anak Stigma Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan tantangan guru laki-laki dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Sembilan narasumber; tiga guru laki-laki, tiga guru perempuan, dan tiga orang tua, serta diperkuat oleh data sekunder dari literatur dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru laki-laki memiliki kontribusi penting dalam mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan pembentukan identitas gender anak. Kehadiran mereka mampu menyeimbangkan pola pengasuhan, memperkaya pengalaman belajar, dan menghadirkan figur ayah di lingkungan pendidikan. Namun, guru laki-laki juga menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesejahteraan, tuntutan ekonomi keluarga, stigma sosial mengenai peran gender, serta posisi sebagai minoritas di lembaga PAUD. Meskipun demikian Guru Lki-laki menunjukkan komitmen tinggi terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan perubahan perspektif masyarakat guna meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam profesi ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, M. W. ., & Broto, G. W. . (2019). Resiliensi Guru Paud Honorer. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 3(1), 40–39. https://doi.org/10.30762/happiness.v3il.351

Annur, M. C. (2022). Mayoritas Guru di Indonesia adalah Perempuan. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/pendidikan/statistik/acab6b38a8de90a/mayoritas-guru-di-indonesia-adalah-perempuan

Aulia, A., Suwarsi, S., & Pratiwi, A. (2024). Persepsi orang tua terhadap guru laki-laki di pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.21009/jpud.181.05

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative Research for Education: AnIntroduction to Theories and Methods. Boston: Allyn an Bacon, Inc.

Creswell, J. W. (2020). Pengantar Penelitian Mixed Methods. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fatmawati, N. M., Hayati, M., & Muthohar, S. (2023). Analisis Pergeseran Stigma Gender Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2505–2517. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4265

Ho, D., & Tikly, L. P. (2012). Conceptualizing teacher leadership in a Chinese, policy-driven context: a research agenda. School Effectiveness and School Improvement: An International Journal of Research, Policy and Practice. 23 (4). 401-416. https://doi.org/10.1080/09243453.2012.678861

Koesmadi, D. P., Wijayanti, A., & Azizah, E. N. (2020). Workshop Pengembangan Kurikulum Bahan Ajar Dan Model Pembelajaran Paud Kurikulum 2013. Ijce (Indonesian Journal Of Community Engagement),1(1),13–17. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6702506/view=googlescholar

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). Interviews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing. Thousand Oaks, CA: Sage.

Lincoln, YS & Guba, EG. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills. CA: Sage Publications, Beverly Hills.

Marlisa, L., Firdausyi, A. N., & Tisnawati, N. (2020). Emansipasi Guru Laki-laki terhadap Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Metro (Perspektif Stakeholder). Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM METRO, 5(2), 118–125. http://doi.org/10.24127/jlpp.v5i2.1549

Maulana, R. A., Kurniati, E., & Yulindrasari, H. (2020). Apa yang menyebabkan rendahnya keberadaan guru laki-laki di PAUD? VISI: Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal, 15(1), 27–35. https://doi.org/10.21009/JIV.1501.3

Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A. Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications.

Murniati, M. (2025). Strategi Holistik Guru Paud Dalam Membentuk Karakter Religius Anak Sejak Dini. Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies, 1(2), 64–77. https://doi.org/10.70742/arjeis.v1i2.127

Okeke, C. I., & Nyanhoto, E. (2021). Recruitment And Retention Of Male Educators In Preschools: Implications For Teacher Education Policy And Practices. South African Journal Of Education, 41(2), 1–12. https://doi.org/10.15700/saje.v41n2a1910

Osborne, C., & McLanahan, S. (2007). Partnership instability and child wellbeing. Journal of Marriage and Family, 69 (4), 1065-1083. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2007.00431.x

Parantar, P. I. P., & San Jose, A. E. (2025). Male teachers in kindergarten: Exploring challenges, coping strategies and personal realisations. Asian Journal of Education and Social Studies, 51(6), 88–102. https://doi.org/10.9734/ajess/2025/v51i62089

Perales, Dolendo, M. F. (2024). The lived experiences of male early childhood educators: Insights from qualitative interviews. Psychology and Behavioral Applications, 3(2), 77–89. https://doi.org/10.31098/pba.v3i2.3184

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2016/2017. Jakarta: Setjen Kemdikbud.

Pusdatin Kemendikdasmen. (2025). Statistik PAUD 2024/2025. Jakarta: Setjen Kemendikdasmen.

Putri, W. P., Kusumastuti, N., & Wijayanti, A. (2022). Peran guru laki-laki pada lembaga PAUD ditinjau dari perspektif fungsi afeksi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Ngawi. JECED: Journal of Early Childhood Education and Development. 4(1). 88–99. https://doi.org/10.15642/jeced.v4i1.1792

Qomariyah, N., & Qalbi, Z. (2021). Pemahaman Guru PAUD Tentang Pembelajaran Berbasis STEAM dengan Penggunaan Media Loose Parts di Desa Bukit Harapan. JECED : Journal of Early Childhood Education and Development, 3(1), 47–52. https://doi.org/10.15642/jeced.v3i1.995

Ritonga, R. A., & Sutapa, P. (2020). Literasi dan Gender: Kesenjangan yang Terjadi di Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 965–974. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.749

Rohrmann, T. (2020). Men as promoters of change in ECEC? An international overview. Early Years an Internasional Research Journal, 40(1), 5–19. https://doi.org/10.1080/09575146.2019.1626807

Sandberg, A., & Pramling-Samuelsson, I. (2005). An Interview Study of Gender Difference in Preschool Teachers’ Attitudes Toward Children’s Play. Early Childhood Education Journal. 32 (5), 297–305. https://doi.org/10.1007/s10643-005-4400-x

Sari, V. N. (2025). Studi literatur keterlibatan guru laki-laki dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 2569–2575. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.663

Sommers, C. H. (2000). The War Against Boys: How Misguided Feminism is Harming Our Young Men. New York: Simon & Schuster

Sujiono, Y. (2009). Basic Concepts of Early Childhood Education. Jakarta: PT Indeks

Syafi’i, I., Chusnah, A., Inayati, N. A., & Sari, L. P. (2021). Strategi Pendidikan dalam Menumbuhkan Kemampuan Berfikir Kritis Anak Usia Dini di Masa Covid-19. JECED : Journal of Early Childhood Education and Development, 3(1), 33–40. https://doi.org/10.15642/jeced.v3i1.816

Tufan, M. (2018). Public Perceptions And The Situation Of Males In Early Childhood Settings. Educational Research And Reviews, 13(3), 111–119. https://doi.org/10.5897/ERR2017.3458

Umayah, S., & Suyadi, S. (2020). Pengembangan Kurikulum Berbasis Nusantara dan Internasional di PAUD Fastrack Funschool Yogyakarta. JECED : Journal of Early Childhood Education and Development, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.15642/jeced.v2i1.505

Widari, I., & Amelia, E. (2023). Persepsi Orangtua dan Guru mengenai Peran Guru Laki-laki di Raudhatul Athfal Al-Musaddadiyah Garut. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( Anaking ), 2(1), 128–135. https://doi.org/10.37968/anaking.v2i1.386

Wijayanti, A. (2021). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Modern, 6(3), 130–140. https://doi.org/10.37471/jpm.v6i03.248

Wohlgemuth, U. G. (2015). Why do men choose to become pedagogues? A profession continuously in pursuit of male colleagues. European Early Childhood Education Research Journal, 23(3), 392–404. https://doi.org/10.1080/1350293X.2015.1043813

Zhang, W. (2017). Male Teachers In Early Childhood Education: Why More Men? A Review Of The Literature. Culminating Projects in Child and Family Studies. 18. https://repository.stcloudstate.edu/cfs_etds/18

Downloads

Published

18-12-2025

How to Cite

Harianti, P., Suyadi, S., Heldanita, H., & Kurniat, ilham. (2025). Peran dan Tantangan Guru Laki-Laki dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Kualitatif. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 3327–3335. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7651

Issue

Section

Articles