- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Gerakan Radikalisme Berkembang Mulai dari Usia Anak Usia Dini dan Model Penanganaanya
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1371Keywords:
model penanganan gerakan radikal eks hti anak usia diniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisis gerakan radikal HTI berkembang di IAIN kendari, Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis model penanganan Eks HTI. Penelitian ini mengungkap hasil sebagai berikut: Gerakan radikal HTI berkembang di IAIN Kendari karena adanya penyelenggaraan rekrutmen yaitu melalui perekrutmen mahasiswa baru, rekrutmen oleh lembaga kemahasiswaan, melalui bidik misi, peran alumni, dan peran yang dilakukan oleh tenaga pendidikan. Penanganan gerakan radikal Eks HTI di IAIN Kendari setidaknya menggunakan beberapa model penanganan yaitu model analisis konteks (analisis filosofis, yuridis, dan sosiologis), model analisis input (rekrutmen mahasiswa baru, tenaga pendidikan, dan tenaga kependidikan), model analisis implementasi (pembinaan mahasiswa oleh mahad, pembinaan oleh Dosen PKN dan anti radikalisme, dan pembinaan oleh stakeholder), model analisis evaluasi (evaluasi oleh PUSKAJI, Dewan Kehormatan Mahasiswa, Senat Institut, dan Rektor), dan model analisis dampak (pembinaan untuk kebaikan mahasiswa, skorsing mahasiswa, dan drop out mahasiswa).
Downloads
References
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2012). Strategi Menghadapi Paham Radikalisme Terorisme – Isis.
Berger, JM. (2017). Extremist Construction of Identity, How Escalating Demands for Legitimacy Shape and Define In-Group and Out-Group Dynamics, ICCT Research Paper.
Choiri, Yosouf M. (1990) Islamic Fundamentalism (London: Pinter Publisher.
Creswell, John W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Terjemahan Achmad Fawaid, Cetakan I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Institut Agama Islam Negeri Kendari (2017). Data Dokumentasi Institut Agama Islam Negeri Kendari
Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. (2010). Data Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia
Kafid, N. (2015). Mahad sebagai Role Model De-Radikalisasi, Journal of Islamic Studies Dinika, 13(2).
Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman. (1994). Qualitative Data Analysis, Sage Publications.
Mukafi N. (2017). Radikalisme Agama di Indonesia, www.nu.or.id/post/read/78246/radikalismeagama-di-indonesia.
Muslim, I. A. (2005). Gerakan Situs Radikalisme dan Sosial Media, https://www.ipnu.or.id/gerakan-situs-radikalisme-dan-sosialmedia.
Sinar Harapan. (2004). Radikalisme Agama Ancaman bagi Pemilu 2004. https://www.sinar harapanonline.co.id.
The Wahid Foundation. (2014). Revisiting the Problems of Religious Intolerance, Radicalism and Terrorism in Indonesia: a Snapshot.
Tim Setara Institute. (2012). Dari radikalisme Menuju Terorisme. Pustaka Masyarakat Setara.
Wahab, L. A. et al. (2018). Model Daya Tangkal Lembaga Pendidikan Terhadap Radikalisme Berbasis Kearifan Lokal Di Sulawesi Tenggara, Laporan Penelitian, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018
Zihbudi, M. R., (2004). Islam, Radikalisme dan Demokrasi, Orasi Pengukuhan. Ahli Peneliti Utama LIPI.

