Gerakan Radikalisme Berkembang Mulai dari Usia Anak Usia Dini dan Model Penanganaanya

Authors

  • Laode Abdul Wahab Pendidikan Bahasa Arab, Institut Agama Islam Negeri Kendari, Indonesia
  • Muh Shaleh Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Kendari, Indonesia
  • Aris Try Andreas Putra Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Kendari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1371

Keywords:

model penanganan gerakan radikal eks hti anak usia dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisis gerakan radikal HTI berkembang di IAIN kendari, Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis model penanganan Eks HTI. Penelitian ini mengungkap hasil sebagai berikut: Gerakan radikal HTI berkembang di IAIN Kendari karena adanya penyelenggaraan rekrutmen yaitu melalui perekrutmen mahasiswa baru, rekrutmen oleh lembaga kemahasiswaan, melalui bidik misi, peran alumni, dan peran yang dilakukan oleh tenaga pendidikan. Penanganan gerakan radikal Eks HTI di IAIN Kendari setidaknya menggunakan beberapa model penanganan yaitu model analisis konteks (analisis filosofis, yuridis, dan sosiologis), model analisis input (rekrutmen mahasiswa baru, tenaga pendidikan, dan tenaga kependidikan), model analisis implementasi (pembinaan mahasiswa oleh mahad, pembinaan oleh Dosen PKN dan anti radikalisme, dan pembinaan oleh stakeholder), model analisis evaluasi (evaluasi oleh PUSKAJI, Dewan Kehormatan Mahasiswa, Senat Institut, dan Rektor), dan model analisis dampak (pembinaan untuk kebaikan mahasiswa, skorsing mahasiswa, dan drop out mahasiswa).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2012). Strategi Menghadapi Paham Radikalisme Terorisme – Isis.

Berger, JM. (2017). Extremist Construction of Identity, How Escalating Demands for Legitimacy Shape and Define In-Group and Out-Group Dynamics, ICCT Research Paper.

Choiri, Yosouf M. (1990) Islamic Fundamentalism (London: Pinter Publisher.

Creswell, John W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Terjemahan Achmad Fawaid, Cetakan I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Institut Agama Islam Negeri Kendari (2017). Data Dokumentasi Institut Agama Islam Negeri Kendari

Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. (2010). Data Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia

Kafid, N. (2015). Mahad sebagai Role Model De-Radikalisasi, Journal of Islamic Studies Dinika, 13(2).

Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman. (1994). Qualitative Data Analysis, Sage Publications.

Mukafi N. (2017). Radikalisme Agama di Indonesia, www.nu.or.id/post/read/78246/radikalismeagama-di-indonesia.

Muslim, I. A. (2005). Gerakan Situs Radikalisme dan Sosial Media, https://www.ipnu.or.id/gerakan-situs-radikalisme-dan-sosialmedia.

Sinar Harapan. (2004). Radikalisme Agama Ancaman bagi Pemilu 2004. https://www.sinar harapanonline.co.id.

The Wahid Foundation. (2014). Revisiting the Problems of Religious Intolerance, Radicalism and Terrorism in Indonesia: a Snapshot.

Tim Setara Institute. (2012). Dari radikalisme Menuju Terorisme. Pustaka Masyarakat Setara.

Wahab, L. A. et al. (2018). Model Daya Tangkal Lembaga Pendidikan Terhadap Radikalisme Berbasis Kearifan Lokal Di Sulawesi Tenggara, Laporan Penelitian, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018

Zihbudi, M. R., (2004). Islam, Radikalisme dan Demokrasi, Orasi Pengukuhan. Ahli Peneliti Utama LIPI.

Downloads

Published

20-06-2022

How to Cite

Wahab, L. A., Shaleh, M., & Putra, A. T. A. (2022). Gerakan Radikalisme Berkembang Mulai dari Usia Anak Usia Dini dan Model Penanganaanya. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 633–641. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1371

Issue

Section

Articles